Dalam sidak tersebut, Hendrar mengunjungi pusat perdagangan sembako baik di pasar tradisional maupun swalayan. Saat Hendrar mengunjungi swalayan ADA di Jalan Mgr Sugiyopranotom Semarang, pengelola membatasi pembelian bahan pokok.
Dalam hal ini, setiap orang hanya diijinkan untuk membeli beras maksimal 10 kilogram (Kg) dan gula pasir maksimal 2 Kg. Pembatasan juga diberlakukan untuk pembelian minyak goreng maksimal 4 liter dan mie instan maksimal 2 dus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tadi sidak ke lapangan, stok sembako khususnya beras dan gula masih sangat aman, cukup, bahkan menumpuk. Soal harga, juga normal dan wajar, sehingga masyarakat tidak perlu panik," tuturnya.
Dalam sidaknya, Hendrar juga berkunjung ke salah satu distributor gula. Ia mendapati harga gula yang tinggi yakni Rp15 ribu per Kg.
"Ya harganya kami naikkan dari Rp14 ribu ke Rp15 ribu per kilo, karena pasokannya agak berkurang sehingga stok di gudang juga menipis. Tapi ini masih wajar dan lancar kok, karena kami kan juga diawasi pemerintah", kata Hendra.
Untuk melengkapi kebutuhan informasi masyarakat perihal corona, Pemkot Semarang pada Kamis (19/3) resmi meluncurkan website https//www.siagacorona.semarangkota.go.id.
Situs itu berisi konten informasi corona di wilayah Kota Semarang, seperti jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP), jumlah penderita corona yang meninggal hingga jadual penyemprotan desinfektan dan ketersediaan alat kesehatan.
[Gambas:Video CNN]
Situs itu juga dimaksudkan untuk meredam berita dan isu yang simpang siur terkait pandemi covid-19.
Hingga Kamis (19/3), seorang warga Semarang yang dinyatakan positif corona meninggal dunia. Korban meregang nyawa setelah dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang. (dmr/sfr)