Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp15.712 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Rabu (18/3) kemarin, yakni Rp15.223 per dolar AS.
Rupiah tak sendirian, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat won Korea melemah 3,22 persen, rupee India 1,04 persen, dan ringgit Malaysia 0,78 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Tersandung Jatuh ke Posisi 4.105 |
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai anjloknya rupiah hingga mendekati level Rp16 ribu sore ini disebabkan oleh kepanikan pasar global menghadapi virus corona (covid-19).
"Pasar global telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir, karena kepanikan pasar akibat virus corona yang menyebar keluar dari China," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (19/3).
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, covid-19 kini telah menyebar ke lebih dari 150 negara dan telah merenggut lebih dari 8.993 jiwa.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah berbagai negara merespons dengan kebijakan pembatasan perjalanan hingga langkah karantina demi menghambat laju penularan virus.
"Berbagai negara menerapkan kebijakan yang ekstrem. Pergerakan masyarakat dibatasi, akses keluar-masuk ditutup, dan sebagainya. Teranyar, pemimpin 27 negara Uni Eropa sepakat untuk menutup perbatasan selama 30 hari ke depan," ungkapnya.
Menurut Ibrahim, hal tersebut telah mengganggu jalannya bisnis dan mengurangi nilai konsumsi masyarakat akibat dorongan konsumen untuk tinggal di rumah dan mengendalikan pengeluaran.
Ibrahim memprediksi rupiah kemungkinan besar akan menuju level Rp16.000 per dolar AS. Menurutnya, capaian level tersebut merupakan level kunci di mana rupiah kemungkinan akan terus melemah.
Menurutnya, rupiah berpotensi bergerak melemah di kisaran Rp15.800 hingga Rp16.150 per dolar AS pada perdagangan Jumat (20/3) esok. (ara/bir)