Tak hanya rupiah, pagi ini mayoritas mata uang di kawasan Asia juga melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah 2,65 persen, baht Thailand 0,54 persen, ringgit Malaysia 0,52 persen dan dolar Singapura 0,48 persen.
Selanjutnya rupee India juga turut melemah 0,28 persen, lira Turki 0,18 persen diikuti dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen. Di sisi lain, penguatan hanya terjadi pada yen Jepang 0,30 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nafan mengatakan minimnya data makroekonomi tersebut telah mempengaruhi keterbatasan pada pergerakan perdagangan valas, sementara pandemi covid-19 juga masih memberikan kekhawatiran bagi para pelaku pasar yang mendorong pelemahan rupiah.
Diketahui, Indonesia menempati posisi ketiga kasus virus corona di Asia Tenggara dengan jumlah 514 kasus. Sebanyak 48 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah korban meninggal virus corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Nafan berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.550 hingga Rp16.250 per dolar AS pada hari ini.
"Pola bearish pin bar mengindikasikan adanya potensi depresiasi terbatas pada rupiah terhadap dolar AS," pungkasnya.