"Jika sampai akhir bulan ini harga minyak dunia tetap di posisi rendah, maka dimungkinkan bagi Pertamina untuk melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi," ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Senin (23/3).
Pada akhir pekan lalu, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei berada di kisaran US$26,98 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sebesar US$25,53 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, harga BBM non subsidi Pertamina untuk jenis Pertamax Turbo sebesar Rp9.850 per liter, Pertamax Rp9.000 per liter, dan Pertalite Rp7.650 per liter. Sementara Pertamina Dex Rp10.200 per liter dan Dexlite Rp9.500 per liter.
Ke depan, Fajriyah mengatakan perusahaan juga akan memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan inflasi. Sebab, kedua indikator tersebut juga mempengaruhi perhitungan harga BBM non subsidi.
[Gambas:Video CNN]
Saat ini, kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS di perdagangan pasar spot pagi ini. Sementara tingkat inflasi Indonesia sebesar 0,28 persen secara bulanan dan 2,98 persen secara tahunan per Februari 2020.
"Adapun untuk harga BBM subsidi dan penugasan adalah kewenangan pemerintah untuk penetapan harga jualnya," katanya.
Pada prinsipnya, perusahaan selaku operator akan menyesuaikan dengan peraturan pemerintah. Sampai saat ini, sambung dia, harga BBM mengacu pada ketentuan Kementerian ESDM. Jika ada perubahan ketentuan, perusahaan akan menyesuaikan.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menghitung dampak penurunan harga minyak mentah dunia terhadap BBM baik yang mendapatkan subsidi maupun nonsubsidi.
"Ini harus direspons dengan kebijakan yang tepat dan kami juga harus bisa memanfaatkan momentum dari penurunan minyak ini untuk perekonomian Indonesia," ujar Jokowi, Rabu (18/3).
(uli/sfr)