Bahlil menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengeluarkan izin secepatnya, dan jika memungkinkan hanya dalam satu hari kerja. Hal ini disampaikannya dalam peluncuran Command Center atau Pusat Komando & Pengawalan Investasi (KOPI) BKPM pada Senin (23/3).
"Dalam menghadapi wabah virus corona, baik bahan baku dan alkes impor terkait kami prioritaskan langsung. Begitu ada pengusaha mengurus izin edar alkes terkait corona, BKPM jamin secepatnya kalau bisa hari itu (selesai) harus hari itu juga," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Bahlil mengaku meski penyebaran virus corona mengharuskan pihaknya melakukan pekerjaan di rumah namun dia memastikan wabah virus corona tidak menjadi hambatan dalam pengurusan izin usaha. Bahkan, dia mengatakan permohonan yang masuk lewat Online Single Submission (OSS) mengalami peningkatan sebesar 17,6 persen.
Rincinya, berdasarkan data OSS periode 14 Februari hingga 1 Maret 2020 atau sebelum pengumuman Covid-19, jumlah pemohon perizinan yang masuk sebanyak 204.199 perizinan. Sementara setelah pengumuman resmi pemerintah pada periode 2-18 Maret 2020, jumlah pemohon perizinan meningkat mencapai 240.178 perizinan. Kenaikan aktivitas tertinggi terlihat pada jumlah pemohon Nomor Induk Berusaha (NIB) sebesar 18,99% yang sebelumnya sebanyak 39.618 NIB menjadi 47.144 NIB.
"Sampai dengan saat ini, permohonan perizinan melalui OSS terus berjalan, bahkan cenderung meningkat, khususnya dari sektor perdagangan dan kesehatan. Permohonan online terus berjalan termasuk akhir pekan, walau jumlahnya tidak sebanyak hari kerja," ungkap Bahlil.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)