Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp16.608 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Jumat (20/3) kemarin, yakni Rp16.273 per dolar AS.
Sama seperti rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat won Korea melemah 1,70 persen, ringgit Malaysia 1,13 persen, dan rupee India 1,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebaran virus corona benar-benar melumpuhkan perekonomian global," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (23/3).
Bahkan, Ibrahim menyebut pelemahan rupiah dapat terus berlanjut, hingga tembus mencapai Rp17 ribu per dolar AS dalam minggu ini. Ibrahim memprediksi rupiah dapat mencapai level tersebut pada 24 hingga 26 Maret 2020.
Lihat juga:Satu Karyawan BCA Terinfeksi Virus Corona |
Diketahui, covid-19 telah menyebar ke lebih dari 160 negara dan telah merenggut lebih dari 8.000 jiwa. Di Indonesia sendiri, jumlah korban jiwa akibat covid-19 terus meningkat hingga mencapai 579 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 49 orang saat ini.
Ibrahim menyebut, terdapat dua cara untuk menguatkan kembali mata uang garuda. Cara pertama, adalah penemuan vaksin virus corona yang dapat membuat pasar global kembali tenang dan tidak panik.
Sementara cara kedua, adalah melakukan upaya lainnya untuk meminimalisir kepanikan investor global.
"Supaya rupiah enggak anjlok, ya investor jangan panik. Ini susahnya, karena yang panik pasar global. Harus ingat, 90 persen saham yang listing di bursa di kuasai asing, kepanikan global akan berpengaruh di pasar dalam negeri," tuturnya.
Sementara itu, Ibrahim melihat upaya dari bank sentral, termasuk BI tidak berdampak signifikan meredam kepanikan pasar secara global ataupun domestik.
"BI saat ini hanya bisa intervensi melalui pasar DNDF, sehingga tidak mungkin bisa menangkal serangan virus corona secara global," pungkasnya. Menurutnya, rupiah berpotensi bergerak melemah di kisaran Rp16.520 hingga Rp16.900 per dolar AS pada perdagangan Selasa (24/3) esok hari.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)