Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pasokan uang ini akan cukup untuk memenuhi berbagai transaksi masyarakat. Mulai dari transaksi tunai, pengambilan uang di ATM, hingga nontunai melalui sistem digital.
"Kami pastikan stok lebih dari cukup karena ada kerja sama erat dengan perbankan dan sistem pembayaran," ungkapnya, Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, BI memberikan perpanjangan gratis biaya transaksi yang dibebankan kepada toko (Merchant Discount Rate/MDR) alias nol persen sampai September 2020. Syaratnya, masyarakat bertransaksi secara nontunai melalui QRIS.
Tak ketinggalan, BI juga menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dari perbankan ke BI dari semula Rp600 menjadi Rp1 per transaksi. Kemudian, turut menurunkan biaya SKNBI dari nasabah ke bank dari semula maksimum Rp3.500 menjadi Rp2.900 per transaksi.
"Kebijakan ini efektif sejak 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)