"Kita harus kuatkan kerja sama melawan covid-19. Untuk itu, G20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti virus dan obat covid-19, tentunya bersama WHO," ujarnya lewat pertemuan virtual KTT G20 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/3) malam.
Menurut Jokowi, G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan virus corona agar pandemi tersebut tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun antar anggota selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan gejolak keuangan global yang tinggi, dukungan foreign exchange sangat penting. Saya juga mendukung peningkatan peran global dan regional financial safety net, termasuk melalui SDR swap line dan currency swap facility, seperti Chiang Mai Initiative," kata Jokowi.
Jokowi juga menyampaikan pentingnya negara anggota G20 untuk mencegah disrupsi produksi dan menjaga kelancaran distribusi barang. "Utamanya bahan pangan pokok dan barang kesehatan," tegas dia.
Hingga saat ini, Indonesia mencatat jumlah pasien positif bertambah menjadi 893 pada. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 78 orang, dengan jumlah orang yang sembuh 35 orang.
Sementara, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah kasus virus corona di dunia mencapai lebih dari 400 ribu orang per hari ini. Jmlah kasus virus corona itu tersebar di 196 kawasan dan negara.
Kemudian, sebanyak 18.589 orang meninggal di seluruh dunia akibat infeksi tersebut. Sejauh ini, kasus terbanyak masih berada di China dengan jumlah 81.869 kasus dan korban meninggal 3.287 orang.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)