Mengutip Antara, Jumat (27/3), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun US$1,05 atau 3,8 persen ke posisi US$26,34 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun US$1,89 atau 7,7 persen menjadi US$22,60 per barel.
Diketahui, AS akan menggelontorkan paket stimulus sebesar US$2 triliun guna mengatasi dampak virus corona kepada perekonomian. Imbasnya, harga minyak merangkak tipis kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minyak sudah mati, karena pasar internasional dan domestik terlalu banyak menggunakan minyak. Maaf untuk mengatakan menuju satu digit!" tulis Gary Ross, pendiri BlackGold Investors di Twitter.
Guncangan di pasar makin buruk saat Arab Saudi dan Rusia gagal menyepakati pembatasan pasokan produksi di tengah wabah virus corona. Bahkan, Arab Saudi berencana untuk mengirim lebih dari 10 juta barel per hari mulai Mei.
"Dengan permintaan anjlok 20 persen atau lebih secara global, ini setara dua kali produksi Arab Saudi yang perlu dihentikan untuk mencoba menyeimbangkan pasar ini," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)