Direktur Utama Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengungkap percepatan operasional penuh YIA diambil karena kapasitas yang terbatas dari Bandara Adisucipto sehingga tidak ada opsi lain selain memindahkan bandara, terutama dalam pencegahan wabah corona menyebar luas.
"Terkait dengan situasi yang dihadapi sekarang yakni merebaknya virus corona, sulit untuk AP I terapkan sosical distancing di Adisucipto terutama karena kapasitas yang tidak memadai," ujarnya dalam video conference, Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faik memaparkan kapasitas Bandara YIA mencapai 20 juta penumpang per tahun. Menurutnya, bandara tersebut sudah beroperasi sejak Mei 2019, namun belum secara penuh masih berkala.
" Sejak Mei 2019 sudah melayani 30 ribu penumpang dengan 3 ribu movement di 13 rute. Perpindahan tidak serentak, tapi mulai per gelombang sejak 20 maret lalu," katanya.
Bandara YIA saat ini disebutnya memiliki 32 penerbangan yaitu 16 take off dan 16 landing. Sehingga, jika ditambah dengan 136 pergerakan pesawat yang akan dioperasionalkan mulai besok, total YIA bisa menampung 168 movement dengan pembagian, 84 take off dan 84 landing.
"Namun dengan kondisi corona, beberapa airline terjadi penurunan signifikan penumpang. Beberapa penerbangan batal," terangnya.
Menurut Faik ada 53 movement penerbangan yang dibatalkan sehingga mengurangi pergerakan pesawat di bandara.
"Keseluruhan besok pagi kurang lebih ada 135 movement di YIA," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(rds/age)