"Itu merupakan yang pemangkasan terbesar sejak 2015 dan membuat 7-day reverse repo rate ke level terendahnya dalam catatan," ujar Ekonom Senior China Capital Economics Julian Evan-Pritchard seperti dikutip dari AFP, Senin (3/30).
Dengan menawarkan dana dengan suku bunga rendah, PBoC dapat menjaga suku bunga pinjaman antar bank rendah setelah sebelumnya memangkas level giro wajib minimum perbankan. Diharapkan, penurunan suku bunga dapat mempercepat aktivitas ekonomi bangkit setelah dihantam wabah virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah PBoC sejalan dengan hasil pertemuan Politburo Partai Komunis, Jumat (27/3) lalu. Berdasarkan laporan Kantor Berita China Xinhua, Politburo menyatakan pemerintah akan memperkuat kebijakan counter-cyclical dan meningkatan stimulus.
Bahkan, jika diperlukan, rasio defisit anggaran ditingkatkan, obligasi pemerintah khusus dirilis, kuota penerbitan obligasi khusus daerah dapat diperluas, dan tingkat suku bunga pinjaman harus dijaga rendah.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, pemangkasan suku bunga PBoC hanya berdampak kecil pada pasar di mana indeks bursa saham Shanghai satu persen lebih rendah pada siang hari.
Sebagai catatan, sejumlah bank sentral di dunia juga mengambil langkah relaksasi moneter dan menggelontorkan sejumlah stimulus untuk menahan risiko resesi di tengah wabah virus corona.
Di Indonesia, Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertengahan bulan ini juga memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.