Mengutip CNN.com, keputusan membantu dua anggota UE dikembalikan kepada masing-masing menteri keuangan negara dan mereka diperintahkan untuk membuat rencana dalam 14 hari ke depan.
Negara-negara di Uni Eropa sebelumnya berkomitmen untuk sama-sama memompa ekonomi dengan memberikan bantuan kepada pengusaha dan pekerja di tengah resesi akibat virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana dari penerbitan surat utang itu diharapkan bisa digunakan oleh seluruh anggota negara untuk meredam dampak virus corona dalam jangka panjang.
"Kami semua menghadapi guncangan eksternal simetris, di mana tidak ada negara yang memikul tanggung jawab, tapi konsekuensinya ditanggung oleh semua pihak," ucap pemimpin sembilan negara Uni Eropa termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, dikutip Selasa (31/3).
Pemerintah Jerman, Austria, dan Belanda khawatir jika UE menerbitkan surat utang akan menambah beban wajib pajak (WP) di negara mereka untuk menanggung pengeluaran negara-negara yang lebih miskin.
"Kami menjelaskan ini (pendapat) dari pihak Jerman, bukan pendapat semua negara," kata Merkel.
Merkel dan pemimpin negara UE lainnya mengatakan blok itu seharusnya dapat menghasilkan sekitar 410 miliar euro atau US$454 miliar dalam menjalankan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM).
Seorang diplomat Eropa menyatakan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez marah karena pertemuan pada Kamis lalu kurang membahas langkah-langkah yang signifikan dalam menanggulangi virus corona di UE.
Sanchez menuntut komitmen keuangan yang jelas untuk mengatasi krisis, termasuk proposal dalam pembiayaan jangka menengah dan panjang.
Ia khawatir Uni Eropa akan memiliki masalah besar jika gagal membantu anggota negara yang terpukul karena wabah corona.
"Dalam krisis saat ini, apa Eropa akan saling membantu dengan cepat atau tidak akan membentuk persepsi mengenai apa yang diperjuangkan Eropa," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)