Manajemen Gojek Indonesia mengatakan kebijakan ini diberlakukan untuk mendorong masyarakat untuk lebih memilih transaksi pembayaran nontunai di tengah penyebaran virus corona. Hal ini sejalan dengan imbauan pemerintah untuk membatasi kontak fisik (physical distancing).
"Selain di rumah saja, cara lain untuk mengurangi penularan Covid-19 adalah dengan menggunakan pembayaran nontunai ketika bertransaksi," ungkap manajemen Gojek Indonesia dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bank, bebas biaya isi saldo juga bisa didapat dengan pengisian melalui rekan bisnis lain, seperti Alfamart, Lawson, Dan+Dan, Alfamidi. Cashback yang diberikan sebesar Rp2.000 per transaksi per top up.
Bebas biaya isi saldo berlaku mulai 30 Maret lalu hingga 31 Mei 2020. Pembebasan biaya isi saldo akan diberikan melalui pengembalian dana (cashback) ke akun Gopay usai proses isi saldo di bank yang berekanan dengan Gojek Indonesia.
SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan bebas biaya isi saldo kepada nasabah yang melakukan transaksi di saluran transaksi nontunai perusahaan. Misalnya Mandiri Online melalui aplikasi di ponsel pintar nasabah.
"Kerja sama ini merupakan kolaborasi Bank Mandiri dan Gojek untuk meningkatkan daya beli masyarakat agar dapat menggerakkan roda perekonomian nasional di tengah tantangan penurunan konsumsi masyarakat akibat Covid-19," ujar Thomas.
Thomas berharap promo ini dapat mendorong konsumsi nasabah bank pelat merah itu. Menurut catatan Thomas, setidaknya ada 4,9 juta pengguna Mandiri Online.
Dari jumlah itu, frekuensi transaksi mencapai 394 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp748 triliun pada 2019. "Dari jumlah itu, 6,8 persen diantaranya merupakan transaksi top up Gopay," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/sfr)