Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan pihaknya sedang melakukan koordinasi terkait skema bantuan sosial tersebut dengan kementerian lainnya, seperti Kementerian Koordinator Bidang Peerekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
"Kami kaji agar ada program khusus bagi daerah-daerah, seperti DKI Jakarta yang intinya untuk mengurangi lonjakan arus pemudik dari DKI ke daerah lain," ujar Juliari dalam video confrence, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juliari mengakui program bansos khusus untuk warga DKI Jakarta yang urung mudik tidak serta merta membuat jumlah pemudik berkurang drastis.
"Ini memang tidak mudah dan tidak menjamin 100 persen. Belum ketemu mekanismenya, tapi akan kami buat agar penerima bansos ini benar-benar untuk mereka yang tidak mudik," jelas Juliari.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan belasan ribu orang telah memutuskan mudik lebih awal dari biasanya lantaran penghasilannya menurun drastis beberapa waktu terakhir. Hal ini terjadi di tengah penyebaran virus corona yang semakin meluas di Indonesia.
Situasi ini terjadi karena ada kebijakan tanggap darurat virus corona, sehingga sejumlah perusahaan diimbau bekerja dari rumah (work from home) dan lembaga pendidikan menerapkan sekolah dari rumah (school from home).
"Saya lihat arus mudik dipercepat bukan karena faktor budaya tapi terpaksa, banyak pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun," ucap Jokowi.
Untuk itu, Jokowi memerintahkan seluruh jajarannya untuk mempercepat implementasi insentif untuk pekerja di sektor informal. Insentif itu berupa instrumen bantuan sosial, seperti kartu prakerja atau kartu sembako.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)