Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Riau Nofrizal mengungkapkan okupansi yang tersisa berasal dari pengunjung pribadi dan keluarga yang masih menginap di hotel. Sedangkan kegiatan bisnis dari pertemuan perusahaan dan kegiatan pemerintah nyaris tidak ada.
"Bahkan, untuk kegiatan pemerintah daerah di hotel tidak ada lagi," ujar Nofrizal seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Bom Waktu' PHK Karena Letusan Virus Corona |
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Riau Raja Yoseizal Zen menyatakan telah menerbitkan surat edaran tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 bagi Asosiasi/Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau.
Yoserizal menjelaskan, ada delapan poin pada surat edaran itu, diantaranya mengimbau kepada pengusaha kafe, restoran dan rumah makan untuk menerapkan sistem "take away" (pelayanan bawa pulang) atau membatasi jumlah kursi yang tersedia dengan jarak minimal satu meter.
"Gubernur Riau juga mengharapkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu, bahu membahu menghadapi masa sulit ini sehingga pada saat pandemik COVID-19 berakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit dan lebih baik dari sebelumnya," ujar Raja.
Pemerintah pusat sendiri telah menggelontorkan insentif untuk meringankan beban sektor akomodasi dan pariwisata di tengah wabah corona. Salah satunya melalui pembebasan pajak hotel dan restoran selama enam bulan ke depan.
[Gambas:Video CNN]
(antara/sfr)