Mengutip laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), mayoritas utang berasal dari obligasi Rp13,43 triliun, MTN Rp1,68 triliun, dan obligasi syariah Rp527 miliar.
Periode jatuh tempo masing-masing surat utang berbeda-beda antara yang diterbitkan satu perusahaan pembiayaan dengan perusahaan lain. Yang pasti, perusahaan terkait harus siap membayarkan kepada investor saat jatuh tempo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan sudah menyiapkan dana untuk membayar utang jatuh tempo sepanjang tahun ini. Manajemen akan menggunakan dana yang berasal dari pembayaran cicilan utang konsumen sebesar Rp3 triliun setiap bulan.
"Ini (cicilan utang konsumen) akan dipakai untuk membayar utang kami yang jatuh tempo ya," ucap Made kepada CNNIndonesia.com, dikutip Jumat (3/4).
"Umumnya selalu begitu karena dana dari obligasi buat penyaluran pembiayan ke konsumen juga," terang dia.
PT Mandiri Tunas Finance (MTF) juga memiliki utang jatuh tempo pada 6 Juni 2020 sebesar Rp610 miliar. Utang itu berasal dari penerbitan obligasi pada 2017 lalu.
Ditambah dengan obligasi jatuh tempo pada 18 Desember 2020 mendatang sebesar Rp100 juta. Dengan demikian, total obligasi jatuh tempo yang harus dibayar perusahaan tahun ini sebesar Rp610,1 miliar.
Direktur Utama Mandiri Tunas Finance Arya Suprihadi mengaku perusahaan telah mengalokasikan dana khusus untuk membayar utang jatuh tempo pada 2020. Ia memastikan pembayaran akan dilakukan tepat waktu.
"Kami sudah persiapkan (dananya) dari berbagai sumber dana yang kami miliki. Kami sudah mengalokasikan dana tersebut," tutur Arya.
Selanjutnya, salah satu perusahaan yang memiliki utang jatuh tempo dari penerbitan MTN adalah PT Equity Finance Indonesia dengan jumlah Rp239,2 miliar. Perusahaan merilis MTN pada 2017 dan 2019 lalu.
Kemudian, MTN lainnya diterbitkan oleh PT Sinar Mas Multifinance sebesar Rp500 miliar pada 2017 lalu dan akan jatuh tempo pada 7 Juli 2020 mendatang. Lalu, MTN milik PT Finansia Multi Finance tercatat akan jatuh tempo pada 27 Oktober 2020 sebesar Rp397 miliar.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)