Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mencatat kunjungan wisatawan hanya berkisar 500 orang per hari pada saat ini. Padahal, biasanya mencapai 10,5 ribu sampai 11 ribu orang per hari di waktu normal seperti periode yang sama pada tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, penurunan jumlah kunjungan turis turut memukul bisnis pariwisata, misalnya kunjungan ke tempat wisata hingga tingkat keterisian (okupansi) hotel. Saat ini, sambungnya, tamu hotel hanya diisi oleh turis yang sudah terlanjur berada di Bali dan yang memiliki keluarga di Pulau Dewata.
Kepala BPS Bali Adi Nugroho mengungkapkan kunjungan wisatawan masih didominasi oleh turis dari Australia sebanyak 22,5 persen dari total kunjungan. Diikuti India 8,24 persen, Jepang 6,21 persen, dan Rusia 5,48 persen.
Sisanya, Amerika Serikat sebanyak 5,03 persen, Inggris 4,76 persen, Korea Selatan 4,23 persen, Perancis 3,71 persen, Jerman 3,30 persen, dan Malaysia 2,93 persen. Sedangkan wisatawan dari China tinggal 4.376 orang atau turun 96,08 persen dari Januari 2020 yang mencapai 111,51 ribu orang.
Berdasarkan jenis angkutan, kedatangan wisatawan mancanegara masih didominasi oleh penumpang pesawat terbang. Jumlahnya mencapai 358,25 ribu orang atau 98,44 persen dari total kunjungan.
[Gambas:Video CNN]
"Sedangkan yang masuk ke Bali dari pelabuhan laut di Februari 2020 sebanyak 5.683 kunjungan atau 1,56 persen," ujar Adi.
Sumber: Antara -- Pandemi Covid-19 Akibatkan Pariwisata Bali Menurun (uli/wis)