"Saat ini, hampir semua hotel dan restoran di Bali ditutup sementara untuk satu hingga dua bulan ke depan, sekalian melihat situasi terkini," ujarnya, seperti dikutip Antara, Minggu (5/4).
Kalau pun masih ada hotel yang beroperasi, sambung dia, okupansi atau tingkat hunian hotel tersebut di bawah 10 persen. Sementara, restoran yang masih beroperasi menutup jam operasional lebih awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana menegaskan informasi soal puluhan hotel di Bali yang akan dijual itu merupakan hoaks.
"Contohnya saja hotel H Sovereign Bali, yang masuk dalam daftar informasi hoaks itu. H Sovereign Bali tidak sedang dalam kondisi dijual. Kami masih buka, walaupun ada wisatawan hanya 5-10 kamar," ujar Ramia yang juga GM hotel H Sovereign Bali.
"Selain itu, juga menunda semua rencana perbaikan produk, menunda semua Purchase Request (PR) dan Purchase Order (PO), melakukan negosiasi pembayaran ke vendor dengan termin yang lebih panjang, serta menagih semua piutang untuk mendapatkan uang tunai," jelasnya.
Kemudian, melakukan pemasaran yang lebih kreatif dengan menambahkan keuntungan lebih banyak dan menjual voucher yang bisa berlaku setahun ke depan untuk diambil di kemudian hari dengan "open voucher".
"Kami tidak ada rencana melakukan PHK, tetapi kami melakukan giliran kerja yang adil untuk semua karyawan," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(antara/bir)