"183 perusahaan pembiayaan telah menyampaikan pemberitahuan kepada debitur yang berpotensi terdampak covid-19. Dari sana, ada 10.620 debitur yang sedang mengajukan restrukturisasi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi dalam teleconference, Minggu (5/4).
Namun, ia melanjutkan kesepakatan untuk restrukturisasi murni kewenangan masing-masing multifinance. Misalnya, apakah keringanan berupa pembayaran pokok saja, bunga saja, atau perpanjangan jangka waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan besaran angsuran melalui perpanjangan jangka waktu dan penurunan suku bunga serta solusi lain sesuai peraturan berlaku dan ketentuan FIF Group," ungkap manajemen perusahaan.
Begitu pula dengan WOM Finance. Perusahaan mengaku siap memberikan relaksasi sesuai aturan yang berlaku di OJK dan perjanjian antara perusahaan dan nasabah.
Sementara CSUL Finance memberlakukan beberapa ketentuan kepada nasabah yang akan mendapatkan relaksasi penundaan bayar cicilan. Misalnya, terkait kepemilikan jaminan atas pembiayaan yang diberikan ke nasabah.
"Restrukturisasi (keringanan) dapat disetujui apabila jaminan kendaraan atau jaminan lainnya masih dalam penguasaan Bapak/Ibu sesuai perjanjian pembiayaan dan terpenuhinya syarat lain yang ditentukan oleh CSUL Finance," tulis manajemen CSUL Finance.
[Gambas:Video CNN]
(bir)