Pertemuan ini diinisiasi oleh Arab setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan imbas pemangkasan produksi terhadap kerajaan minyak tersebut. Alhasil, Arab pun memberikan status mendesak demi mengembalikan harga minyak dunia.
Diketahui, Arab dan Rusia terjebak dalam perang sengit sejak awal Maret lalu setelah keduanya bersitegang dalam pertemuan sebelumnya. Tak terhindarkan, minyak dunia amblas ke level terendahnya selama 18 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran AS diharapkan oleh Arab mau pun Rusia sebagai penengah untuk menghentikan terjunnya harga minyak mengingat AS merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia. CEO American Petroleum Mike Sommers yang juga turut hadir dalam pertemuan dengan Trump itu membocorkan bahwa pihaknya tak membahas berbagai kemungkinan yang ada.
Sementara, pernyataan resmi Kerajaan Arab mengatakan pada Sabtu (4/3) bahwa Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman Al Saud membuka tangan kepada pihak mana pun yang ingin turut mencari solusi dari tantangan di pasar minyak saat ini.
Harga minyak dunia masih terus memanas hingga hari ini sebagai pemulihan dari ambruknya harga minyak dunia pada bulan lalu.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)