Rupiah menguat bersama beberapa mata uang negara-negara kawasan Asia lain, seperti won Korea Selatan menguat 0,51 persen, ringgit Malaysia 0,15 persen, dan peso Filipina 0,1 persen. Sementara dolar Hong Kong stagnan.
Sedangkan yen Jepang minus 0,11 persen, baht Thailand minus 0,09 persen, dolar Singapura minus 0,01 persen. Di negara maju, hanya dolar Kanada yang melemah 0,01 persen dari dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Optimisme ini muncul karena pengaruh pidato Presiden AS Donald Trump. Menurut Trump, virus corona akan berakhir karena pemerintah terus melakukan penanganan melalui paket stimulus ekonomi.
"Sentimen positif datang dari penguatan pasar saham AS semalam merespons pidato Trump," ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.
Jumlah kasus terbanyak ada di AS mencapai 430 ribu, Spanyol 148 ribu, Italia 139 ribu, Prancis 113 ribu, dan Jerman 113 ribu. Diikuti China 82 ribu, Iran 64 ribu, dan Inggris 61 ribu.
"Sentimen negatif datang dari angka penyebaran wabah global yang semakin meningkat, namun belum bisa dikatakan sudah mencapai puncaknya dan justru kemungkinan memburukkan data-data ekonomi," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)