"Pengelolaan beras oleh Bulog meliputi hulu hingga hilir yaitu penyerapan gabah dari beras petani, penyimpanan dan perawatan stok beras, pemerataan stok beras di Indonesia hingga penyaluran stok cadangan beras pemerintah," jelas Direktur Utama Bulog Budi Waseso lewat video conference pada Kamis (9/4).
Pria yang akrab disapa Buwas ini mengungkapkan keberhasilan pengadaan CBP bertumpu pada strategi dilancarkan pemerintah dari hulu ke hilir. Dia mengaku telah menyiapkan lima jurus pamungkas dalam menangkis masalah ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembentukan tim satuan kerja pengadaan beras dalam negeri di masing-masing kantor kerja wilayah dan kantor cabang pembantu dilengkapi pengatur kualitas gabah, seperti tester kualitas air dan tester analisis gabah," ungkapnya.
Ketiga, sinergi Bulog dengan kelompok tani dan Gapoktan lewat program On Farm Perum Bulog untuk meningkatkan pasokan gabah dengan harga kompetitif.
Kelima, melakukan pemetaan (mapping) calon pemasok gabah atau pun beras ke Bulog. "Pemetaan dilakukan berdasarkan kapasitas produksi, luasan pembinaan petani, varietas gabah, prediksi harga, dan kriteria signifikan lainnya," paparnya.
Sebagai informasi, per 9 April 2020, total stok beras Indonesia berada di kisaran 1,44 juta ton beras yang terdiri dari CBP sebanyak 1,39 juta ton beras dan beras komersial sebanyak 53 ribu ton beras.
Bulog menargetkan penyerapan beras sebesar 950 ribu ton dengan penyerapan terbesar dilakukan dalam 3 bulan mendatang atau April, Mei, dan Juni. Penyerapan ditujukan untuk menjaga stok CBP tetap berada dalam rentan 1 hingga 1,5 juta ton.
[Gambas:Video CNN]
(wel/sfr)