Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan prediksi itu merupakan skenario berat sebagai dampak dari penyebaran virus corona di Indonesia. Pasalnya, satgas tugas percepatan penanganan virus corona memperkirakan penyebaran wabah itu akan mengalami puncak pada Juli 2020.
"Kalau menurut satgas sampai Juni atau Juli, sebelumnya puncaknya Mei. Kalau Juni dan Juli itu kami menggunakan skenario berat (untuk ekonomi)," kata Perry dalam video conference, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab anjloknya pertumbuhan ekonomi tersebut karena konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah yang turun. Sri Mulyani menyatakan konsumsi rumah tangga menurun menjadi 3,2 persen hingga 1,6 persen dan investasi minus 4,22 persen.
"Awalnya kami perkirakan pertumbuhan investasi bisa 6 persen, tapi jadi 1 persen atau bahkan negatif 4 persen," ucap Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN]
Ia bersama BI dan OJK mengaku sudah mempersiapkan skenario dari yang buruk sampai yang terburuk. Langkah ini disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan dan implikasi sosial serta keuangan akibat virus corona.
"Jadi beberapa langkah yang dilakukan dari diagnosa perekonomian global yang negatif adalah ancaman terhadap sektor keuangan dalam bentuk capital outflow, tekanan pasar modal, surat berharga dan eskalasi masih tajam," jelas Sri Mulyani.