Mengutip Antara, Senin (13/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun US$1,36 atau 4,1 persen ke posisi US$31,48 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun US$2,33 atau 9,3 persen menjadi US$22,76 per barel.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, atau OPEC+ tengah membahas pengurangan produksi. Pembahasan dilakukan karena pandemi virus corona telah menghancurkan permintaan global hingga 30 persen permintaan bahan bakar di seluruh dunia sehingga menekan harga minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Syarat Mendaftar Program Kartu Prakerja |
"Banyak harapan diberikan ke pasar selama beberapa hari terakhir," kata mitra di Hedge Fund Again Capital LLC John Kilduff.
[Gambas:Video CNN]
Pemotongan 10 juta bph akan menjadi pemangkasan produksi terbesar yang pernah disepakati oleh OPEC. Tetapi, Rusia bersikeras hanya akan mengurangi produksi jika AS ikut mengurangi produksinya. Sementara itu, AS belum mengatakan akan ikut mengurangi produksinya.
Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak di Rystad Energy mengatakan kesepakatan pengurangan 10 juta bph jauh lebih rendah dari apa yang dibutuhkan pasar saat ini.
"Sekarang harapan hanya bergantung pada apa yang akan dilakukan negara-negara lain di luar aliansi," ujarnya.