Dari hasil koordinasi tersebut ia mendapatkan laporan bahwa moda transportasi darat terdampak besar akibat wabah tersebut. Dampak terjadi karena pemerintah menerapkan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah demi menekan penyebaran virus tersebut.
Selain itu, tekanan juga datang dari penutupan lokasi wisata. "Pelaku usaha sangat memahami tujuan dari kebijakan tersebut. Hanya saja, di saat bersamaan terjadi penurunan omzet angkutan jalan sejak dua bulan lalu," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada kebijakan relaksasi pinjaman misalnya, pelaku usaha moda transportasi laut mengharapkan adanya penundaan pembayaran, penjadwalan ulang angsuran pinjam pembayaran pinjaman bank. Lain itu adanya diskon suku bunga pinjaman, pemberian modal kerja untuk membiayai A/R (account receivable) dan operasional perusahaan terutama dalam mengantisipasi THR, dan kemudahan persyaratan proses relaksasi pinjaman," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(agt)