Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.840 per dolar AS atau menguat dari Rp16.241 per dolar AS dari Kamis (9/4).
Di kawasan Asia, rupiah memimpin penguatan mata uang terhadap dolar AS. Diikuti yen Jepang menguat 0,44 persen dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat pelaku pasar keuangan cukup tenang, meski cadangan devisa BI tinggal tersisa US$121 miliar. Selain itu, pelaku pasar juga optimis ada ruang penurunan tingkat suku bunga acuan BI dalam waktu dekat untuk menambah stimulus ekonomi di sektor moneter.
"Hal tersebut tentunya membuka peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga dan bisa disambut positif oleh pelaku pasar," kata Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, dari eksternal, pasar juga menyambut baik rencana pemberian stimulus The Fed berupa pinjaman ke dunia usaha dengan nilai mencapai US$2 triliun sampai US$3 triliun.
Tak hanya The Fed, Uni Eropa juga mengucurkan stimulus senilai 500 miliar euro guna membantu perekonomian negara-negara anggota zona Eropa yang tertekan akibat pandemi virus corona.