Mengutip Antara, Selasa (14/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik 26 sen atau 0,8 persen ke posisi US$31,74 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 35 sen atau 1,5 persen menjadi US$22,41 per barel.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), bersama dengan Rusia dan sekutu lainnya yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk memotong produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) pada akhir pekan lalu. Pemangkasan berlaku untuk periode Mei dan Juni yang mewakili sekitar 10 persen dari pasokan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar OPEC+, Kanada telah mengisyaratkan keinginan untuk memangkas produksi. Sedangkan, Norwegia mengatakan akan memutuskan tentang pemotongan produksi dalam waktu dekat.
[Gambas:Video CNN]
Namun demikian, para analis meragukan kepatuhan produsen untuk mengurangi produksi. Sebut saja, Meksiko yang memangkas produksi lebih kecil dari jumlah yang ditetapkan.
Di sisi lain, konsumsi bahan bakar di seluruh dunia turun sekitar 30 persen akibat pandemi.
Hal itu diperkirakan mengakibatkan kelebihan pasokan selama berbulan-bulan hingga tahunan. Kondisi itu membatasi kenaikan harga minyak bahkan setelah kesepakatan OPEC+.
"Permintaan minyak mentah tidak akan kembali ke level normal hingga 2022," kata analis pasar senior di OANDA di New York Edward Moya. (ulf/agt)