Pagi ini, rupiah melemah saat mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang menguat 0,14 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, dolar Taiwan menguat 0,09 persen, won Korea Selatan menguat 0,07 persen, dan peso Filipina menguat 0,09 persen.
Lebih lanjut, rupee India menguat 0,02 persen, yuan China menguat 0,12 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,05 persen. Mata uang Garuda melemah bersama baht Thailand sebesar 0,06 persen. Sedangkan dolar Hong Kong stagnan terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini BI kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Selain itu, pasar juga menanti pengumuman neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (15/4). Ia meramalkan neraca dagang kembali surplus pada Maret ini.
[Gambas:Video CNN]
Pada Februari lalu, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$2,34 miliar secara bulanan. Nilai ekspor mencapai US$13,94 miliar atau tumbuh 2,24 persen dari US$13,41 miliar pada Januari 2020.
Sementara nilai impor hanya mencapai US$11,6 miliar atau anjlok 18,69 persen dari US$14,28 miliar pada bulan sebelumnya. "Rupiah kemungkinan masih akan menguat di level Rp15.500-Rp15.630 per dolar AS hari ini," ujarnya.
(ulf/agt)