Bentuk pertama, Kartu Prakerja. Untuk menjalankan program tersebut, Jokowi menggelontorkan anggaran sebesar Rp 20 triliun, naik 100 persen dari anggaran awal Kartu Prakerja yaitu Rp10 triliun.
Anggaran digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana PMO Rp100 juta. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyebut setidaknya 5,6 juta pekerja korban PHK dan pekerja informal yang akan dijaring dan diberi bantuan lewat program tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peserta program Kartu Prakerja boleh mengambil pelatihan selanjutnya setelah menuntaskan pelatihan pertama. Artinya, para peserta dapat menggunakan sisa nilai pelatihan untuk membeli modul pelatihan kedua atau ketiga hingga 31 Desember 2020.
[Gambas:Video CNN]
"Insentif akan ditransfer melalui rekening bank, atau e-wallet ke peserta," kata Airlangga, Sabtu (11/4).
Namun, Airlangga menyatakan insentif akan hangus jika setelah ditetapkan menjadi penerima belum menggunakan kartu prakerja untuk pelatihan pertama.
Bentuk kedua, insentif Rp5 juta. Insentif tersebut digelontorkan untuk korban PHK melalui BP Jamsostek.
Pemerintah akan memberikan dana sebesar Rp1 juta per pekerja per bulan ditambah insentif Rp1 juta, totalnya per peserta akan menerima Rp5 juta.
"Pekerja yang sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) yang kena PHK akan dibantu mendapatkan dana ini. BPJS Ketenagakerjaa pun sudah siap melaksanakan dalam waktu dekat," ucapnya.
Ketiga, berbentuk program Padat Karya Tunai (PKT) guna mempertahankan daya beli masyarakat desa yang terdampak wabah virus corona. Bantuan tersebut menyasar mereka yang berpenghasilan rendah, menganggur, dan setengah menganggur.
Presiden Jokowi menyebut pemerintah menyiapkan Rp16,9 triliun untuk melaksanakan PKT di sejumlah kementerian yakni Kementerian PUPR, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kementerian PUPR menyiapkan dana PKT senilai Rp10,22 triliun yang disebar dalam beberapa proyek. Salah satunya yaitu pemberian uang tunai kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari luar negeri agar mereka tetap memiliki penghasilan di dalam negeri.
Selain itu, Kementerian PUPR juga akan merekrut 530 ribu tenaga kerja sebagai realisasi atas program PKT. Sementara itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga ditargetkan menyerap 59 ribu tenaga kerja.
Kemudian, dua program sanitasi yang dianggarkan adalah program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) dan pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah swadaya.
"Selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa dan pelososk," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (wel/agt)