Menanggapi itu, sejumlah nasabah kartu kredit mengaku senang. Yus Mei Sawitri, salah satunya. Apalagi, ia aktif bertransaksi dengan kartu kredit untuk kebutuhan pembelian tiket kereta, pesawat, dan barang-barang elektronik.
"Kalau saya sih senang-senang saja. Namun, saya hampir selalu membayar sesuai pagu yang digunakan. Cicilan sekarang juga selalu di bawah Rp800 ribu," ujarnya, Selasa (14/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aditya Wicaksono, keringanan yang diberikan BI baru terasa efeknya untuk masyarakat yang menggunakan kartu kredit untuk alat pembayaran sehari-hari.
"Saya pengguna kartu kredit untuk beli barang yang installment (cicilan) nol persen. Jadi nggak akan pengaruh dengan kebijakan BI. Kebijakan ini menguntungkan buat segmen masyarakat menengah ke atas, yang memang menggunakan kartu kredit sebagai casual payment," katanya.
Diketahui BI memberikan keringanan di segmen kartu kredit untuk mendongkrak ekonomi masyarakat di tengah pandemi virus corona.
Berdasarkan data BI, hingga Februari 2020, nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp25,87 triliun. Nilai transaksi tersebut menurun sekitar 0,21 persen secara tahunan.
Sedangkan, volume transaksi kartu kredit mencapai 27 juta. Volume naik sekitar 3,52 persen secara tahunan.
[Gambas:Video CNN]
(jal/bir)