Kepala BPS Suhariyanto menuturkan mayoritas bawang putih diimpor dari China. Diharapkan bawang impor dapat membuat harga kembali stabil di pasar.
"Impor bawang putih yang memang sudah disepakati juga meningkat US$18,8 juta," ujar Suhariyanto dalam video conference, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dilihat impor gula selama Januari-Maret 2020 itu nilanya adalah sebesar US$480,6 juta," imbuh dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah telah mengeluarkan izin impor gula kristal putih alias gula konsumsi sebanyak 100 ribu ton.
Izin tersebut diberikan kepada Perum Bulog dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
"Pemerintah sudah mengeluarkan izin ke Bulog dan RNI untuk pengadaan (impor) gula putih sebanyak 100 ribu ton. Ini diharapkan bisa masuk ke pasar secara bertahap," jelasnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto menuturkan pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan persetujuan impor bawang putih sebanyak 150 ribu ton.
Mengutip PIHPS, harga bawang putih dan gula saat ini terlihat masih tinggi. Bawang putih ukuran sedang rata-rata dibanderol sebesar Rp43.150 per kilogram (kg), sedangkan gula pasir lokal dipatok sebesar Rp18.650 per kg.
Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menjanjikan bahwa harga bawang putih pada awal April 2020 akan turun menjadi Rp20 ribu-Rp30 ribu per kg. Begitu juga dengan harga gula yang diklaim akan kembali normal menjadi Rp12.500 per kg.
"Bawang beberapa masuk dan kami harapkan bawang putih minggu-minggu depan atau syukur minggu ini kembali ke normal Rp20 ribu per kg atau Rp30 ribu per kg," kata Jokowi, awal April lalu.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)