Kepala BPS Suhariyanto mengatakan beberapa barang impor yang berasal dari China adalah bahan kimia organik, buah-buahan, plastik dan barang berbahan dasar dari plastik, mesin, dan perlengkapan elektrik. Dengan realisasi ini, ia mengklaim industri di China mulai pulih dari virus corona.
"Impor dari China yang meningkat ini bisa diartikan pemulihan (China) lumayan cepat," ucap Suhariyanto melalui video conference, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impor barang konsumsi meningkat cukup tinggi,, bahan baku meningkat, tapi barang modal turun," kata Suhariyanto.
Bila dirinci, nilai impor barang konsumsi naik 43,8 persen menjadi US$1,27 miliar, bahan baku/penolong naik 16,34 persen menjadi US$10,28 miliar, sedangkan barang modal turun 1,55 persen menjadi US$1,8 miliar.
Nilai ekspor ke Hong Kong pada Maret 2020 tercatat sebesar US$177,1 juta. Kemudian, Vietnam sebesar US$102,7 juta, Bangladesh US$89,8 juta, dan Turki US$48,4 juta.
"Ekspor ke China juga naik. Barang-barang yang diekspor seperti tembaga, minyak hewan dan nabati, serta besi dan baja," terang Suhariyanto.
Jika ditotal, nilai ekspor pada Maret 2020 naik tipis 0,23 persen dari US$14,06 miliar menjadi US$14,09 miliar. Angka itu terdiri dari ekspor migas sebesar US$670 juta dan nonmigas sebesar US$13,42 miliar.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)