Dilansir dari Nikkei Asian Review, Rabu (15/4), sumber menyebut pandemi covid-19 membuat pengguna Traveloka jauh menurun. Larangan bepergian yang terjadi hampir di seluruh dunia membuat pembelian tiket anjlok.
"PHK akan terjadi pada kisaran 10 persen dari total karyawan Traveloka atau setara dengan 100 orang," ujar sumber kepada Nikkei Asian Review.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bisnis Transportasi Traveloka Caesar Indra mengaku perusahaan telah memenuhi permintaan pengembalian uang dalam jumlah yang besar kepada pelanggan karena virus corona.
Sumber CNNIndonesia.com lainnya mengaku manajemen memutuskan menyudahi masa percobaan (probation) lebih cepat satu bulan dari jadwal. Ia adalah calon karyawan yang sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan transportasi daring.
CNNIndonesia.com sudah menghubungi Traveloka, namun hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan dari manajemen.
Traveloka merupakan salah satu unicorn asal Indonesia yang bernilai lebih dari US$1 juta yang bergerak di bidang pariwisata.
"Omzet per hari belum sampai nol saja sudah bersyukur sih," ujar Gaery dikutip dari Antara, Selasa (15/4).
Menurut dia, penjualan tiket pesawat paling terdampak. Padahal, penjualan tiket pesawat menjadi sumber terbesar pendapatan perusahaan. Diikuti oleh pemesanan hotel.
Mengatasi 'pukulan' tersebut, Gaery mengungkapkan manajemen akan menerapkan survival mode agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi corona.
Sebagai gantinya, perusahaan memilih alternatif untuk memotong pengeluaran dari sisi marketing hingga 90 persen.
Dengan begitu, fokus bisnis pun berubah dari mendorong orang berwisata menjadi menangani segala permintaan konsumen yang akan membatalkan perjalanan. Gaery mengatakan kenaikan permintaan pembatalan perjalanan naik antara 7-10 kali lipat.
Bahkan, manajemen mengerahkan personel tambahan untuk melayani permintaan ini. "Kami sudah ada prepare plan multiple scenario, baik satu bulan, tiga bulan hingga 1 tahun," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)