"Kami lihat antusiasme terbanyak dari usia 18-25 tahun. Kemudian, 25-35 tahun. Ini menunjukkan program kartu prakerja diminati dan mendapat respons luar biasa dari masyarakat," ujarnya dalam video conference, Kamis (16/4).
Airlangga memaparkan total pendaftar program kartu prakerja gelombang pertama mencapai 5,96 juta orang. Pendaftaran ini berlangsung sejak Sabtu (11/4) hingga hari ini pukul 16.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Virus corona ini membuat kebutuhan menjadi meningkat bagi mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan," terang Airlangga.
Sebagai informasi, pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 juta orang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), serta pekerja informal yang pendapatannya terdampak akibat penyebaran virus corona.
Dalam hal ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun untuk program kartu prakerja. Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana project management office (PMO) Rp100 juta.
Program kartu prakerja merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 lalu. Awalnya, pemerintah menargetkan kartu prakerja diluncurkan awal Maret 2020, namun molor hingga pertengahan April 2020.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)