Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sengaja menaikkan kapasitas peserta pada gelombang pertama karena jumlah pendaftar yang di luar prediksi. Pendaftar sendiri berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia.
"Kapasitas kami naik dari 164 ribu peserta menjadi 200 ribu karena yang daftar banyak dan dari 34 provinsi. Ini program pertama digital dan siapa pun bisa daftar," ujarnya dalam video conference, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kami akan berikan e-mail untuk ikut gelombang kedua dan seterusnya, sehingga tidak perlu mengikuti proses dari awal. Kami sampaikan melalui notifikasi," jelasnya.
Airlangga menambahkan pendaftar sendiri berasal dari sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Aceh, dan Papua Barat.
Informasi saja, Program kartu prakerja merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 lalu. Awalnya, pemerintah menargetkan kartu prakerja diluncurkan awal Maret 2020, namun molor hingga pertengahan April 2020.
Dalam hal ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun untuk program kartu prakerja. Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana project management office (PMO) Rp100 juta.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/aud)