"Kita ada pabriknya tapi bahan bakunya dari luar negeri. Nah di Indonesia hanya sebagai tukang jahitnya pabrik APD ini. Orang yang dari LN ini hanya kasih bahan bakunya, bawa ke tukang jahit dia bayar dan dia ambil bahannya. Itu yang terjadi selama ini," papar Arya dalam video, Jumat (17/4).
Menurut Arya, kejadian tersebut tidak hanya terjadi pada APD, tetapi juga masker medis dan peralatan ventilator. Semua perangkat tersebut impor. Selain itu, obat-obatan pun Indonesia baru membeli bahan baku dari India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari beberapa kejadian tersebut, menurut Arya, Erick sempat menyatakan Indonesia sibuk dengan perdagangan tetapi tidak berusaha membangun industri dalam negeri untuk alat kesehatan. Sehingga, ketika wabah virus corona hadir, menjadi ujian sekaligus membuka mata.
"Dengan itu dilihat ada mafia besar baik global dan lokal yang bergabung yang akhirnya membuat kita hanya sibuk berdagang bukan produksi. Jadi ini jelas dari permintaan Jokowi berantas mafia dengan bangun industri lokal, industri farmasi sehingga bisa produksi sendiri apa kebutuhan kita," papar Arya.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)