Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja Panji Winanteya Ruky menyebut meski hanya menyediakan kuota untuk 200 ribu orang per minggunya, jumlah peserta yang terverifikasi mencapai 2,5 juta.
"Karena jumlahnya lebih besar (dari kuota), maka kami tidak memiliki pilihan siapa yang kami dahulukan," ungkapnya lewat video conference pada Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, pemerintah melakukan pengecekan dengan data penerima manfaat bantuan sosial Kementerian Sosial. Sebab, pemerintah mendahulukan peserta yang belum atau tak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
"Jadi kami dahulukan peserta yang belum dapat program bantuan sosial, itu penyaringan tahap dua," terang dia.
[Gambas:Video CNN]
Setelah melalui dua proses penyaringan, jumlah peserta yang masih di atas 200 ribu tersebut akan dipilih secara acak. Katanya, proses dilakukan otomatis oleh sistem yang ada.
"Setelah itu jumlah masih akan tetap di atas 200 ribu orang. Jadi yang diproses screening kami lakukan pengacakan, yang dapat 200 ribu pertama berbasis pada sistem," paparnya.