Sebagai pejabat di perusahaan pelat merah sekaligus pakar hukum tata negara, Refly tak pernah mengubah kebiasaannya untuk melancarkan serangan kritiknya kepada pemerintah sejak 2017 hingga sekarang. Kritik itu khususnya ia tujukan kepada pihak istana.
"Saya paham sooner or later pasti diganti. Itu saya paham. Saya mengkritik pemerintah sejak 2017. Dari awal ketika diangkat oleh Bu Rini (eks Menteri BUMN) kan saya sudah bilang kalau saya tidak akan berubah. Jadi saya tetap ngomong apa adanya," ujar Refly kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasannya restrukturisasi, itu kan alasan umum. Alasan bersayap, gitu," imbuh Refly.
Kendati demikian, ia mengaku tak menentang keputusan Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut dia, keputusan itu justru membuatnya kini lebih bebas untuk mengkritisi setiap gerak pemerintah.
Mengingatkan saja, Refly diangkat menjadi Komisaris Utama Pelindo I oleh eks Menteri BUMN Rini Soemarno pada 2018 lalu. Aturannya, Refly menempati posisi itu hingga lima tahun kemudian atau sampai 2023 mendatang.
Refly pun sempat menuliskan perihal pencopotannya dari posisi komut Pelindo I dalam akun Twitter pribadinya @ReflyHZ. Ia mengucapkan terima kasih kepada Rini yang telah mengangkatnya sebagai komisaris utama Pelindo I.
Refly juga mengucapkan terima kasih kepada Erick karena telah memberhentikannya dari posisi tersebut. Tak lupa, dia juga berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah mengangkat dan memberhentikannya dari posisi Komisaris Utama di Pelindo I.
[Gambas:Twitter]
"Izin berada di garis luar untuk terus jadi peniup peluit. Pemerintah benar kami dukung, tidak benar kami kritik. Salam,"ulisnya di Twitter.
Sebagai informasi, pencopotan Refly berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I Nomor SK-123/MBU/04/2020 tertanggal 20 April 2020.
Selain Refly, Erick juga mencopot Heryadi dari jabatan komisaris independen, Bambang Setyowahyudi dari jabatan komisaris, dan Lukita Dinarsyah Tuwo dari kursi komisaris.
Sebagai gantinya, Erick menunjuk lima orang baru untuk mengisi kursi dewan komisaris. Sebagai pengganti Refly, Erick menunjuk Achmad Djamaludin sebagai komisaris utama. Lalu, Arman Depari sebagai komisaris, Herbert Timbo Parluhutan Siahaan sebagai komisaris independen, dan Irma Suryani Chaniago sebagai komisaris.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan perombakan dewan komisaris Pelindo merupakan bentuk penyegaran (refreshing) manajemen perusahaan.
"Artinya perlu refreshing di Pelindo sehingga kami ganti 4 orang. Mudah-mudahan dengan refreshing ini membuat Pelindo 1 juga akan semakin bergairah kinerjanya, dan bisa menghadapi corona juga," ujarnya secara terpisah.
"Artinya perlu refreshing di Pelindo sehingga kami ganti 4 orang. Mudah-mudahan dengan refreshing ini membuat Pelindo 1 juga akan semakin bergairah kinerjanya, dan bisa menghadapi corona juga," ujarnya secara terpisah.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)