Harga minyak mentah berjangka WTI itu untuk kontrak pengiriman Mei yang waktunya akan habis. Sementara, sebagian investor mulai fokus dengan kontrak pada Juni.
Penurunan drastis harga minyak mentah WTI ini dipicu oleh melemahnya permintaan pasar di tengah pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pemangkasan produksi pasokan minyak dunia yang dilakukan OPEC+ tersebut dinilai belum cukup mengimbangi pelemahan permintaan yang terjadi akibat pandemi virus corona.
Sebelumnya, harga minyak mentah AS sempat mencatat penurunan hampir 15 persen menjadi US$15,54 per barel atau menyentuh level terendah sejak 1999 selama jam perdagangan Asia.
Sementara itu, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Maret 2020 dipatok US$34,23 per barel atau anjlok 39,5 persen dari bulan sebelumnya, yaitu US$56,61 per barel.
Penurunan besar-besaran juga terjadi pada ICP SLC sebesar US$ 21,40 per barel dari US$ 57,18 per barel pada Februari 2020 menjadi US$ 35,78 per barel.
Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, penurunan harga rata-rata ICP bulan Maret 2020 ini sejalan dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional.
[Gambas:Video CNN]
(wis)