"Bagi Indonesia kami akan memonitor karena ini terkait dengan biodiesel 30," ucap Airlangga dalam video conference, Selasa (21/4).
Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih spesifik mengenai dampak penurunan harga minyak mentah dunia terhadap program B30. Airlangga juga tak memaparkan lebih jauh mengenai efeknya terhadap situasi di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, harga BBM nonsubsidi Pertamina untuk jenis Pertamax Turbo sebesar Rp9.850 per liter, Pertamax Rp9.000 per liter, dan Pertalite Rp7.650 per liter. Sementara, Pertamina Dex Rp10.200 per liter dan Dexlite Rp9.500 per liter.
Hanya saja, Mamit mengaku belum dapat memprediksi harga BBM subsidi lantaran penyesuaian harga BBM subsidi mempertimbangkan banyak faktor.
Selain berpengaruh pada harga BBM, penurunan harga minyak juga akan berdampak pada tarif litrik. Pasalnya, salah satu komponen Biaya Pokok Penyediaan (BPP) adalah minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP).
"Untuk tarif listrik saya kira ini merupakan berkah bagi PT PLN (Persero) karena dalam menentukan BPP mereka ada salah satu komponennya ICP. Tinggal nanti PLN berhitung kembali apakah mereka dalam posisi untung atau tetap merugi, karena tarif listrik sudah cukup lama tidak naik," jelas Mamit.
Diketahui, penurunan harga minyak yang mencapai minus US$37,63 per barel ini terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini disebabkan kelebihan pasokan minyak di tengah pandemi virus corona yang melanda negara-negara di dunia.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)