Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penghematan tersebut berasal dari pemangkasan alokasi perjalanan dinas dana paket meeting sebesar 50 persen, penundaan paket kontraktual yang belum dilelang dan dapat ditunda, dan rekomposisi alokasi anggaran kegiatan tahun jamak (MTC).
"Kementerian PUPR diamanahkan untuk dapat merealokasi anggaran untuk penanganan wabah virus corona," ucapnya pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI pada Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian PUPR juga menganggarkan dana tersebut untuk membangun fasilitas penampungan dan karantina tahap II di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Rencananya, akan ditambah fasilitas untuk menampung 1.000 tempat tidur yang digunakan untuk ruang observasi dan ruang ICU.
Sementara itu, PUPR juga mengalokasikan total anggaran sebesar Rp10,22 triliun untuk program Padat Karya Tunai yang disebar menjadi 11 program mandiri untuk meredam dampak wabah corona.
[Gambas:Video CNN]
Salah satunya yaitu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pembangunan baru rumah swadaya, kata Basuki, ditargetkan sebanyak 12 ribu unit rumah dari anggaran Rp459 miliar atau Rp38 juta per unit rumah. Sementara dana sebesar Rp 4,35 triliun dianggarkan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya untuk 208 ribu unit rumah.
"Kemudian, proyek pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 47.017 kilometer (Km) dianggarkan sebesar Rp518 miliar," pungkasnya.
(wel/sfr)