Mengutip Antara, Rabu (22/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni anjlok 24 persen ke posisi US$19,33 per barel yang merupakan posisi terendah sejak Februari 2002.
Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni jatuh US$8,86 atau 43 persen ke US$11,57 per barel
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, termasuk Rusia, atau dikenal OPEC+, akhirnya mengumumkan pengurangan produksi pada awal April.
Pemangkasan produksi hampir 10 persen dari pasokan global. Namun, kondisi ekonomi yang nyaris tak bergerak karena kebijakan lockdown sejumlah negara tidak cukup untuk mengimbangi penurunan permintaan.
"Matematikanya cukup sederhana. Produksi minyak saat ini sekitar 90 juta barel per hari, tetapi permintaan hanya 75 juta barel per hari," kata Kepala Investasi dan Kepala Manajemen Kekayaan Global di IDB Bank, Gregory Leo.
Sementara itu, data American Petroleum Institute (API) mengungkapkan persediaan minyak mentah AS naik 13,2 juta barel dalam sepekan menjadi 500 juta barel pada 17 April. Analis memperkirakan terdapat tambahan 13,1 juta barel.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)