Pasalnya, perusahaan perlu menggelontorkan dana hingga Rp16,9 triliun untuk memberikan keringanan tagihan pada kelompok pelanggan tersebut. Total dana tersebut dihitung berdasarkan jumlah pelanggan dan rata-rata tagihan listrik golongan 900 VA dan 1.300 VA.
Ia mengungkapkan jumlah pelanggan listrik dengan daya 900 VA non subsidi sebanyak 22,7 juta pelanggan. Rata-rata tagihan listrik di kelompok tersebut sebesar Rp143 ribu per bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah tangga kelas menengah sudah mulai kesulitan kebutuhan sehari-hari, sudah mulai teriak-teriak," ujar Ratna.
Menurutnya, penyebaran virus corona tak hanya berdampak negatif pada masyarakat kelas menengah ke bawah. Maka itu, Ratna memandang pemerintah dan PLN perlu memperluas insentif listrik kepada masyarakat kelas menengah.
[Gambas:Video CNN]
"Bukan hanya keluarga yang kurang mampu yang merasakan dampak, tapi seluruh keluarga. Jadi mudah-mudahan ini bisa menjadi masukan," jelas Ratna.
Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp110 triliun untuk memberikan insentif perlindungan sosial kepada masyarakat. Salah satu bentuknya adalah pemberian listrik gratis kepada 24 juta pelanggan dengan daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi.
Insentif ini berlaku mulai April hingga Juni 2020. PLN menyatakan total anggaran yang dibutuhkan untuk insentif tersebut mencapai Rp3,4 triliun.