Di kawasan Asia, hanya rupiah dan dolar Hong Kong yang melemah 0,01 persen dari dolar AS. Sementara, mayoritas mata uang lainnya kompak berada di zona hijau pagi ini.
Ringgit Malaysia menguat 0,23 persen, won Korea Selatan 0,22 persen, peso Filipina 0,16 persen, dan baht Thailand 0,12 persen. Kemudian, dolar Singapura menguat 0,04 persen, yuan China 0,04 persen, dan yen Jepang 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Reboundnya harga minyak mentah membantu sentimen positif," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).
Pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah Brent kembali ke kisaran US$20,9 per barel atau menguat 2,6 persen dari posisi kemarin. Sementara, harga minyak mentah WTI naik 3,91 persen menjadi US$14,22 per barel.
"Sentimen positif ini berlanjut pada pagi ini ke pasar Asia, melanjutkan sentimen positif sejak pembukaan pasar Eropa kemarin hingga penutupan pasar AS subuh tadi," jelasnya.
Di sisi lain, sentimen positif bagi mata uang juga datang dari persetujuan tambahan stimulus ekonomi pemerintah AS dari DPR sekitar lebih dari US$480 miliar atau setara Rp7.440 triliun.
[Gambas:Video CNN] (bir/uli/bir)