Angka itu berasal dari akibat pekerja yang dirumahkan, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, swalayan, dan pedagang kecil, karena terhentinya aktivitas masyarakat.
"Sebelumnya angka kemiskinan kami menurun 17 persen, tetapi karena corona naik jadi 40 persen terhitung Februari, Maret hingga April selama pandemi di Maluku," ujar Murad usai menjamu Wakil DPD RI Nono Sampono, di Gedung Kantor Gubernur Maluku, Rabu, (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain angka kemiskinan, sambung dia, Maluku juga mengalami kelangkaan gula pasir di tengah Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR).
"Di gudang Bulog, waktu saya pantau untuk beras masih aman, tapi yang terkendala gula pasir kosong, kelangkaan ini hampir semua daerah di Indonesia, ini masalah nasional dan harus disampaikan ke pusat," terang Nono.
[Gambas:Video CNN]
(sai/bir)