Salah satunya, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.
Namun, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky bilang porsi insentif tunai pun diperbesar. Sebaliknya, biaya pelatihan dipangkas. Hal ini guna menyesuaikan program dengan situasi penyebaran penyakit covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, tidak terlalu besar, dan tentunya ada pelatihan kerja. Dengan orang di rumah diharapkan belajar. Sebentar lagi, ada lulusan SMA dan kuliah, sambil menunggu covid-19 (reda) bisa belajar dengan materi yang tidak terlalu berat," terang Panji.
Terkait BLT, ia melanjutkan pemerintah telah menganggarkan program lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), pemberian paket sembako dan BLT senilai Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan selama tiga bulan ke depan, dan program lainnya.
Saat ini, pemerintah telah menyelesaikan kartu prakerja gelombang I yang berlangsung sejak 11-16 April. Tercatat sebanyak 5,96 juta mendaftar program tersebut. Namun, hanya 168.111 peserta yang berhak mengikuti pelatihan gelombang I.
Hari ini, PMO kartu prakerja telah mentransfer seluruh dana insentif sebesar Rp3,55 juta. Namun, dana awal yang bisa dipakai hanya Rp1 juta untuk biaya pelatihan.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)