Direktur Kemitraan dan Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan dana tersebut akan masuk ke rekening virtual peserta. "100 persen sudah dikirim ke virtual akun peserta," ujarnya melalui video conference, Kamis (23/4).
Namun, peserta baru dapat menggunakan dana sebesar Rp1 juta untuk pelatihan. Dana lainnya merupakan insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali survei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mempersilakan masyarakat memilih jenis pelatihan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam kartu prakerja, ia mengklaim pemerintah telah menyediakan pelatihan beragam mulai dari pelatihan ringan hingga tingkat lanjut (advance).
"Karena pilihan ada di masyarakat dan masyarakat sendiri yang akan menimbang dan menggunakan kebijakan itu. Tugas pemerintah adalah menyediakan pilihan sebesar-besarnya," imbuh Panji.
Artinya, peserta program kartu prakerja harus mengikuti kelas pelatihan pertama maksimal satu bulan setelah pemerintah mentransfer dana insentif ke rekening peserta.
"Jadi, kebijakan dari Pak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Airlangga Hartarto) adalah jika bantuan tidak digunakan dalam waktu satu bulan maka akan hangus, ditarik negara," ungkap Denni
Saat ini, pemerintah telah menyelesaikan kartu prakerja gelombang I yang berlangsung sejak 11-16 April. Tercatat sebanyak 5,96 juta mendaftar program tersebut. Namun, hanya 168.111 peserta yang berhak mengikuti pelatihan gelombang I.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)