Mata uang Garuda melemah bersama mayoritas mata uang Asia lain, seperti won Korea Selatan minus 0,56 persen, baht Thailand minus 0,25 persen, dan dolar Singapura minus 0,2 persen.
Begitu pula dengan yuan China minus 0,19 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, peso Filipina minus 0,05 persen, dan yen Jepang minus 0,04 persen. Sementara dolar Hong Kong stagnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen berasal dari bocornya laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) yang menyatakan bahwa uji klinis obat virus corona atau covid-19 dari Gilead Sciences, perusahaan biofarmasi AS, gagal.
"Pasar sangat mengkhawatirkan perekonomian yang telah terpuruk karena wabah terus berlanjut," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com.
Sementara, data ekonomi terakhir dari berbagai negara terus menunjukkan penurunan. Misalnya, indeks manufaktur di Eropa dan AS yang terus terkontraksi.
Begitu juga dengan jumlah pekerja yang mengajukan tunjangan pengangguran. Di AS, jumlahnya baru saja meningkat sekitar 4,4 juta menjadi 26,4 juta pekerja.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)