Amalia (50 tahun), ibu rumah tangga yang biasa menjual kue kering jelang lebaran mengaku pesimis dengan omzetnya di ramadan kali ini. Sebab, belum ada tanda-tanda pesanan pada hari pertama puasa.
"Biasanya sebelum ramadan, sudah saya sebar price list-nya ke teman-teman dan sudah ada yang mulai pesan, sekarang belum ada," ungkap Amalia kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amalia yang sudah sekitar lima tahun berbisnis kue kering lebaran mengatakan omzet penjualan setidaknya bisa mencapai Rp6,5 juta sampai Rp7,5 juta saat ramadan. Omzet ini didapat dari kue kering yang dibanderol Rp65 ribu sampai Rp90 ribu per toples.
Baginya, omzet ini setidaknya sudah cukup untuk tambahan pengeluaran di momen lebaran. Misalnya, untuk memberi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada asisten rumah tangga yang kerap membantunya membuat kue hingga THR kepada keponakannya.
Senada dengan Amalia, Laura (46 tahun), ibu rumah tangga dengan dua orang anak yang juga menjual kue kering lebaran ala rumahan mengaku pesimistis dengan potensi pendapatan di ramadan kali ini. Proyeksinya, omzet tahun ini akan lebih rendah dari tahun lalu yang berkisar Rp4 juta sampai Rp6 juta.
"Seperti tahun ini akan sepi untuk kue kering lebaran, sekarang pesanan 10 toples saja belum ada. Padahal, tahun lalu bisa jual 70 toples yang harganya Rp45 ribu sampai Rp85 ribu per toples," ujarnya.
Atas kondisi ini, Laura mengatakan dirinya akan menggencarkan pemasaran mulai minggu depan. Kebetulan, Laura yang tinggal di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, ini juga memasarkan kue kering lebarannya di akun Instagram @cemilanmart_lefafood.
Kendati begitu, Laura mengaku potensi penurunan omzet kue kering lebaran sejatinya tidak menjadi beban pikiran. Sebab, ia memiliki usaha lain, yaitu menjual donat, pastel, ongol-ongol, hingga brownies.
Harganya bervariasi, donat Rp50 ribu per kotak, pastel Rp2.500 per potong, ongol-ongol Rp5 ribu per potong, dan brownies Rp50 ribu per loyang. Menurut Laura, hasil penjualan cemilan ini justru cukup tinggi di tengah pandemi corona.
"Sebenarnya ketutupan dengan ini yang alhamdulillah ada kenaikan dikit dan hampir setiap hari ada pesanan. Seminggu jual donat bisa 14 kotak, brownies 7 loyang, ongol-ongol 21 potong, pastel 70 potong," terangnya.
Menurut Laura, kenaikan penjualan jenis cemilan ini mungkin terjadi karena pola konsumsi masyarakat jadi di rumah saja. Dengan begitu, mereka lebih sering 'jajan' di dekat rumah. Sebab, kebetulan pesanan biasanya datang dari ibu-ibu di kompleks perumahannya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/sfr)