Sekretaris Jenderal ATI Krist Ade Sudiyono mengatakan terkait inisiatif dan stimulus ekonomi bagi jalan tol, sebagaimana disampaikan oleh pemerintah sebelumnya, ATI menjalin komunikasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan lainnya.
Kementerian yang dimaksudkan adalah Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan lembaga terkait lainnya.
Menurut Krist, laporan jumlah lalu lintas dan pendapatan tol yang sudah beroperasi saat ini memang masih sesuai dengan rencana awal. Namun, dampak penyebaran penyakit covid-19 disebut akan terasa kuartal II nanti sejalan dengan ditutupnya beberapa ruas di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Kris mengaku belum memiliki laporan lengkap terkait kinerja jalan tol pada kuartal I 2020. Secara garis besar, ia bilang kinerjanya masih sesuai rencana.
Ia mencontohkan, Tol Manado-Bitung, Trans Sumatera segmen Pekanbaru-Dumai dan Kayu Agung-Palembang-Betung, Pandaan-Malang, Depok-Antasari, Cimanggis-Cibitung, Balikpapan-Samarinda, Cisundawu, Legundi-Bunder, dan ruas Sigli-Aceh.
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kemungkinan akan meminta relaksasi pembayaran kewajiban BUJT kepada bank akibat penurunan drastis lalu lintas di jalan tol karena pandemi covid-19.
Menurut Basuki, berdasarkan data lalu lintas harian rata-rata atau LHR di jalan tol, penurunannya sekitar 40 sampai dengan 60 persen selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibandingkan LHR pada hari-hari normal.
Hal tersebut memengaruhi penghasilan BUJT, sehingga kemampuan untuk membayar kewajiban kepada pihak bank menjadi berkurang.
[Gambas:Video CNN]
(bir/sfr)